Alasan dan Sejarah Mengapa Lagu Genjer-genjer Dicekal

Pendidikan —Selasa, 23 Nov 2021 15:44
    Bagikan  
Alasan dan Sejarah Mengapa Lagu Genjer-genjer Dicekal
pinterest

MANDALIKA, DEPOSTMANDALIKA.COM- Genjer genjer nang kledhokan pating keleler

Genjer genjer nang kledhokan pating keleler

Emake thole teka teka mbubuti genjer

Emake thole teka teka mbubuti genjer

Oleh sak tenong mungkur sedot sing tole-tole

Genjer genjer saiki wos digowo mulih

Penggalan lirik diatas adalah penggalan dari lirik lagu Genjer-genjer. Diciptakan oleh seorang seniman Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an.

Baca juga: Janji Palsu Wayan, Bagian Dua

Syair lagi Genjer-genjer adalah sebagai sindirian atas masa pendudukan Jepang ke Indonesia yang membuat kondiri rakyat semakin sengsara.

Saking sengsaranya, rakyat kecil bahkan hanya bisa makan dengan lauk genjer yang ada di sawah sekiataran rumah mereka.

Lagu genjer-genjer kini menjadi lagu yang ditakuti karena kerap dihubungkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Terlebih lagu ini ditampilkan dalam adegan ketika para jenderal disiksa oleg anggota gerwani.

Lagu yang sebenarnya berisi tentang kritik social itu kemudian menjadi sangat popular dan dimanfaatkan PKI untuk menjadi lagu kampanye bagi mereka.

Baca juga: Sejarah dan Mitos Tentang Sadako, Gadis Jepang Berkekuatan Psikis

Sejak saat itulah lagu Genjer-genjer menjadi begotu lekat dengan PKI. Bahkan meskipun sudah puluhan tahun berlalu sejak peristiwa G30SPKI, lagu ini dan PKI Masih sering dikait-kaitkan.

Pada masa orde baru bahkan hingga sekarang, lagu genjer-genjer dilarang dinyanyikan. Selain kerap kali dikaitkan dengan PKI, lagu Genjer-genjer sendiri di anggap mengandung stigma komunis.

Dilansir dari beberapa sumber, lagu genjer-genjer juga dianggap memiliki makna ganda dan membuat ambigu dari arti sesungguhnya dari lagu tersebut. Sejak saat itu, pemerintah Orde Baru mencekal adanya lagu Genjer-genjer untuk menutup langkah PKI.-ZZ-

Editor: Zizi
    Bagikan  

Berita Terkait